
Ilustrasi (Foto: Andi Saputra/detikcom)
Jakarta - Warga Betawi di Rawa
Belong, Jakarta Barat, zaman dulu dikenal sebagai warga yang religius
dan gemar menanam sekaligus berjualan tanaman hias. Namun ada hal lain
yang juga tak dapat dipisahkan dari warga Betawi di sana, yaitu silat.
Silat
seakan telah mengambil tempat tersendiri di kehidupan dan hati warga
Rawa Belong. Di wilayah yang diyakini tanah kelahiran Si Pitung itu, tak
hanya orang dewasa, bahkan anak kecil pun berduyun-duyun untuk
mempelajari bela diri tradisional Indonesia itu.
Yayasan Si
Pitung, yayasan yang didirikan oleh orang yang mengaku kerabat Si Pitung
mengajarkan Silat Cingkrik. Cingkrik merupakan salah satu aliran silat
Betawi. Karena beberapa gerakan utama dalam aliran silat ini adalah
berlompatan dengan satu kaki (jejingkrikan) maka disebut cingkrik. Silat
itu mengandalkan kelincahan dan kecepatan.
“Silat Cingkrik itu
mengandalkan pergerakan yang cepat. Tidak pernah menggunakan senjata
jika tidak benar-benar dibutuhkan,” ujar Khatib, Kepala Yayasan si
Pitung, saat berbincang dengan detikcom di Rawa Belong, Jakarta Barat,
Jumat (7/6/2013).
Khatib (kedua dari kanan) dan Pengurus Yayasan Si Pitung (dok pribadi)
Yayasan
Si Pitung didirikan tahun 2007, yang menaungi padepokan silat. Khatib
mengaku kerabat dari Si Pitung. Pria berkacamata itu cucu dari kakak
tertua si Pitung yang bernama Haji Jamiin. Khatib biasanya mengkoordinir
mereka yang ingin mempelajari atau sekadar ingin tahu mengenai apa itu
silat Cingkrik. Ratusan orang saat ini rutin melakukan latihan silat dua
hingga 3 kali seminggu.
“Sekarang itu ada ratusan warga yang
rutin menggelar latihan silat. Ada 8 padepokan dengan masing-masing
anggota 40 orang untuk satu padepokan. Biayanya gratis, hanya peserta
harus membeli seragam sendiri,” ungkap Khatib.
Khatib
menjelaskan, banyak kaum Hawa yang ikut ambil bagian dalam silat ini.
Selain itu sudah banyak anak usia 6 tahun yang juga tak mau ketinggalan.
“Malah
yang anak kecil itu biasanya lebih cepet nangkep pelajaran dan mereka
biasanya masih pada semangat. Kalau ada yang mau ikut latihan atau
sekadar diskusi silakan dateng aja ke yayasan,” jelasnya.