By Ika Akbarwati on 18 Jun 2013, 10:21 A A A
(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan
elektronik di Asia hari ini harga tembaga berjangka tampak mengalami
penurunan untuk dua hari berturut-turut (18/06). Harga tembaga anjlok
untuk kali keduanya di tengah kekhawatiran bahwa The Fed akan mengurangi
atau menghentikan program stimulus moneternya. Sementara itu sinyal
melambatnya ekonomi China yang merupakan negara pengguna tembaga
terbesar dunia diperkirakan juga akan menambahkan tekanan pada harga
logam ini.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan ke
depan tampak mengalami penurunan sebesar 0.5 persen dan diperdagangkan
pada posisi 7047.50 dollar per metric ton di perdagangan elektronik
London Metal Exchange. Harga tembaga hari ini melemah setelah sempat
mengalami peningkatan sebesar 0l7 persen.
Sementara itu harga
tembaga di bursa Comex juga tampak mengalami penurunan. Tembaga
berjangka untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami penurunan
sebesar 0.4 persen menjadi 3.1970 dollar per pon.
Harga tembaga
tampaknya masih akan terjerat dalam kondisi yang cenderung negatif. Para
pelaku pasar masih belum menemukan arahan positif yang bisa membawa
harga komoditas ini kembali menguat. Factor-faktor yang dominan saat ini
masih yang bersifat negatif.
Sinyal melambatnya ekonomi China
kembali menguat setelah harga rumah baru mengalami kenaikan nyaris di
seluruh kota di negara tersebut pada bulan Mei lalu. Kegagalan
pemerintah untuk meredam gairah di sektor property kemungkinan akan
mengarah ke program pengetatan yang lebih dahsyat di China.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar