Rabu, 15 Mei 2013

Tebing Sumbing Gunung Kelud

Tebing Sumbing Gunung Kelud merupakan tebing batu andesit abu-abu gelap berbentuk mengerucut indah dengan kemiringan hampir sembilan puluh derajat, yang letaknya berada di sisi sebelah kanan setelah keluar dari terowongan Gunung Kelud. Adalah karena melihat beberapa orang berjaket orange menyala terlihat tengah menggelantung di Tebing Sumbing Gunung Kelud itu, kami pun mendaki gundukan di sebelah kanan jalan utama.
Setelah melewati gundukan berbatu terjal itu, kami pun sampai di sebuah tanah datar luas dengan gerumbul perdu yang lebat, dimana terlihat ada sebuah tenda kecil berwarna kuning dan dua anak muda yang tengah duduk-duduk. Rupanya mereka adalah bagian dari kelompok lima mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang tengah melakukan pendakian Tebing Sumbing Gunung Kelud. Sumbing adalah salah satu dari empat puncak Gunung Kelud, selain Puncak Kelud sendiri, Puncak Gajah Mungkur, dan Puncak Gedang.
Tebing Sumbing Gunung Kelud
Tebing Sumbing Gunung Kelud yang menjulang cantik setinggi 200 meter, dengan satu puncak bentuknya meruncing dan puncak lain yang lebih rendah bentuknya membulat. Joglo putih di atas Puncak Gajah Mungkur terlihat di sisi sebelah kiri.

http://thearoengbinangproject.com/tebing-sumbing-gunung-kelud-kediri/
Tebing Sumbing Gunung Kelud

Sendang Tirta Kamandanu

Sendang Tirta Kamandanu adalah sebuah sumur kuno yang berada di Desa Pamenang, Kediri, yang dipercaya sebagai tempat dimana Raja Kediri Prabu Sri Aji Joyoboyo mensucikan diri sebelum mukso. Lokasi Sendang Tirta Kamandanu ini berjarak sekitar 1km dari Pamuksan Joyoboyo dan merupakan sebuah kompleks luas yang proses pemugarannya tampak telah terhenti dalam jangka waktu yang cukup lama.
Sendang Tirta Kamandanu
Sebuah arca Brahma bertangan empat yang berada di salah satu sudut kompleks Sendang Tirta Kamandanu. Masing-masing tangan memegang teratai, kitab Weda, gada dan genitri. Genitri (Elaeocarpus ganitrus) adalah sejenis buah yang lazim di pakai dalam upcara ritual agama Hindu, dan merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis dipelajari. Pada masing-masing sudut lain di Sendang Tirta Kamandanu ini terdapat patung Dewa Wisnu, Bayu, dan Indra.
Dari tepian parkir di pinggir jalan menuju ke bagian utama Sendang Tirta Kamandanu terdapat sebuah

Museum Airlangga Kediri

Museum Airlangga Kediri berada di Jl. Mastrip 1, Kawasan Wisata Selomangleng, yang menyimpan arca batu dan benda-benda peninggalan purbakala lainnya dari jaman kejayaan kerajaan Mataram Hindu. Pada kali pertama saya datang di kawasan wisata Selomangleng, Museum Airlangga baru saja tutup, dan baru pada keesokan harinya saya bisa masuk ke dalam gedung Museum Airlangga ini.
Nama museum diambil dari nama Raja Airlangga, yang lahir di Bali pada 990 dan diduga meninggal di Belahan 1049, pendiri Kerajaan Kahuripan yang memerintah pada 1009-1042 dan bergelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
Adalah Airlangga yang meminta Mpu Kanwa untuk menggubah sebuah karya sastra berjudul Kakawin Arjunawiwaha pada 1030, menyadur Wanaparwa, kitab ketiga Mahabharata karya Vyasa dari India.
Setelah gagal menempatkan salah satu putranya sebagai raja di Bali, sebelum turun tahta dan menjadi pendeta, Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membelah wilayah kerajaannya menjadi dua, yang kemudian menjadi Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Janggala, dan diberikan kepada kedua putranya.
Museum Airlangga Kediri
Tampak depan Museum Airlangga Kediri dengan wuwungan bertingkat dan dinding kaca di sekeliling bangunan museum. Papan nama Museum Airlangga terbuat dari kayu berukuran cukup besar di tempel di bagian depan museum.
Museum Airlangga Kediri
Patung Airlangga yang digambarkan sedang naik seekor Burung Garuda yang kakinya mencengkeram seekor ular naga. Garuda dalam kepercayaan Hindu adalah kendaraan Dewa Wisnu, dan Airlangga dikenal sebagai penganut Hindu yang taat. Patung Airlangga yang terbuat dari batu andesit ini diletakkan di depan Museum Airlangga Kediri.
Museum Airlangga Kediri
Koleksi Makara yang disimpan di Museum Airlangga Kediri. Makara adalah binatang mitologis yang bentuknya menyerupai ikan namun memiliki belalai, yang digunakan untuk menyalurkan air di candi-candi Hindu atau sebagai pancuran.
Ada pula koleksi Arca Nandi, Lembu kendaraan Shiwa, serta koleksi arca batu lainnya yang diletakkan di bagian kanan Museum Airlangga. Nandi adalah lambang moral, keadilan, dan kekuatan, yang biasanya

Goa Selomangkleng

Gua Selomangleng adalah sebuah situs gua yang berada di sebuah perbukitan di kaki Gunung Klothok, Desa Waung, sekitar 2 Km dari kota Kediri, hanya beberapa meter dari Museum Airlangga. Selomangleng berasal dari kata Selo yang berarti batu dan Mangleng yang artinya menggantung. Gua Selomangleng ini dipercaya sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci.
Dewi Kilisuci, yang bernama asli Sanggramawijaya dan dikenal sebagai kedi (tidak menstruasi), adalah putri mahkota Raja Airlangga yang menolak menerima tahta kerajaan Kahuripan, dan lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara menjadi pertapa di Gua Selomangleng hingga muksa, lenyap ditelan bumi.
Gua Selomangleng Kediri
Makanan tradisional Pentol yang dijajakan di atas sebuah motor berpayung terlihat tengah menunggu pembeli di regol undakan menuju ke Gua Selomangleng. Rindang pepohonan di sekitar lokasi Gua Selomangleng cukup membantu untuk mengurangi panasnya matahari Kediri yang cukup menyengat kulit.
Gua Selomangleng Kediri
Sebuah arca batu Dwarapala berukuran kecil dengan wajah yang telah rusak dan tangan menggenggam sebuah gada tampak diletakkan di sekitar tengah-tengah undakan menuju Gua Selomangleng. Perbukitan tempat dimana Gua Selomangleng ini berada letaknya tidak terlalu tinggi, sehingga cukup mudah untuk

Arca Totok Kerot


Arca Totok Kerot kediri
Arca Totok Kerot berada di tepian ladang jagung dan tanaman tebu, di atas sebidang tanah terbuka yang dikelilingi oleh bilah pagar besi.
Totok Kerot kediri
Pintu masuk pagar besi ini digembok, dan tidak ada penjaga yang datang ke lokasi Arca Totok Kerot ini, sampai kami meninggalkan tempat itu. Tidak pula terlihat ada nomor telepon penjaga yang bisa dihubungi, meskipun di bagian samping depan situs Arca Totok Kerot terdapat sebuah pos jaga.
Totok Kerot kediri
Arca Totok Kerot setinggi tiga meter ini diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Kediri atau Panjalu

Air Terjun Irenggolo - Kediri

Air Terjun Irenggolo

kediri Air terjun Irenggolo, memiliki ketinggian 1200 M dari permukaan laut, dan terletak kawasan Besuki, tepatnya di gugusan lereng gunung Wilis.
Aliran air yang mengalir dari tebing-tebingnya yang setinggi 80 Meter itu membentuk undakan-undakan kecil dengan pemandangan alam yang luar biasa indah dan ditambah dengan udara yang dingin dan sejuk.
Air terjun ini berjarak 28 Km arah barat daya kota Kediri, hanya 30 menit berkendara dan bisa dilalui dengan mudah, karena jalan yang mengantarkan ke air terjunpun relatif mudah dan mulus.
Dekat dengan air terjun Irenggolo, terdapat pula air terjun Dolo yang terletak 4 Km dari Irenggolo, dengan ketinggian 90 Meter.
Lokasi

Terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS:


Aksesbilitas

Berjarak + 28 km ke arah barat daya dari kota Kediri, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara. Akses menuju air terjun ini relatif mudah dengan kondisi jalan 85 hotmix dan dapat ditempuh dengan segala macam kendaraan hingga di kawasan wisata air terjun tersebut. Perjalanan menuju air terjun ini dapat dimulai dari kota Kediri dimana pertama-tama menyeberang ke bagian barat sungai Brantas yang membelah kota Kediri, lalu meluncur ke daerah Poh Sarang, Kecamatan Semen menuju Besuki. Selanjutnya melintasi Desa Selopanggung tempat tokoh nasional Tan Malaka dimakamkan, dan akhirnya sampai di pintu gerbang Kawasan Wisata Besuki.

Bagi pengguna kendaraan umum, dari terminal bus Tamanan Kota Kediri, naik angkutan pedesaan jurusan ke Kecamatan Mojo. Kemudian, turun di Desa Besuki, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lokasi air terjun. Selain dengan berjalan kaki dari desa Besuki dapat menggunakan jasa sewa ojek atau angkutan pedesaan.


Dari area pintu gerbang masuk perjalanan dilanjutkan sekitar 200 m menuju area parkir kendaraan.  Dan akhirnya dari area parkir diteruskan dengan berjalan kaki ke loaksi air terjun tersebut berada.

Tiket dan Parkir

Tiket masuk adalah Rp 3000 per orang.  Sedangkan biaya parkir adalah Rp 1000 per kendaraan untuk roda dua.

Fasilitas dan Akomodasi
Sarana transportasi, komunikasi, dan listrik telah mendukung keberadaan objek wisata ini. Demikian pula, berbagai prasarana fisik yang lain, seperti tempat parkir, toilet, kamar mandi, kolam renang dan musholla.  Bahkan disini tersedia area untuk berkemah.
Hanya saja, di kawasan objek wisata tersebut belum dibangun penginapan. Sehingga jika ingin bermalam harus ke kota Kediri.

Minggu, 12 Mei 2013

Pesona Gunung Kelud

Pesona Gunung Kelud