Rabu, 15 Mei 2013

Arca Totok Kerot


Arca Totok Kerot kediri
Arca Totok Kerot berada di tepian ladang jagung dan tanaman tebu, di atas sebidang tanah terbuka yang dikelilingi oleh bilah pagar besi.
Totok Kerot kediri
Pintu masuk pagar besi ini digembok, dan tidak ada penjaga yang datang ke lokasi Arca Totok Kerot ini, sampai kami meninggalkan tempat itu. Tidak pula terlihat ada nomor telepon penjaga yang bisa dihubungi, meskipun di bagian samping depan situs Arca Totok Kerot terdapat sebuah pos jaga.
Totok Kerot kediri
Arca Totok Kerot setinggi tiga meter ini diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Kediri atau Panjalu
(1042-1222) yang beribukota di Daha (baca: “Doho”), atau sekitar Kota Kediri sekarang ini. Dugaan ini berasal dari adanya lambang Kediri berupa ornamen tengkorak di atas bulan sabit pada dahi atas Arca Totok Kerot, yang disebut Candrakapala.
Totok Kerot kediri
Arca Totok Kerot ini memakai ornamen tengkorak pada lengan, anting kiri kanan, dahi dan juga untaian kalung di lehernya. Kepalan tangan kanan Arca Totok Kerot ini terlihat telah hancur tidak berbentuk. Arca Totok Kerot ini sebelumnya terbenam di bawah tanah ketika ditemukan penduduk pada 1981, dan baru sepenuhnya diangkat pada 2003.
Pepohonan di sekitar Arca Totok Kerot tidak cukup untuk menaungi pengunjung dari sengat matahari Kediri yang terik, namun cukup untuk memberi keasrian situs itu. Arca Totok Kerot yang terbuat dari batu andesit utuh ini kakinya terlihat dihiasi dengan lilitan ular bermahkota di kepalanya.
Arca Totok Kerot kediri
Rambut gimbal Arca Totok Kerot, yang memang merupakan sebuah arca raseksi (raksasa perempuan). Legenda setempat menceritakan bahwa Arca Totok Kerot adalah jelmaan seorang putri cantik dari Lodoyo, Blitar yang dikutuk oleh Sri Aji Jayabaya setelah dikalahkan dalam adu kesaktian lantaran keinginannya untuk diperistri Raja Kediri itu ditolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar